Rabu, 07 November 2012

naskah kata maaf terakhir



Lakon
KATA MAAF TERAKHIR
Karya : Aoenks Modjo Al-Adzier
KATA MAAF TERAKHIR
Para pelaku :    Alya
                        Reno / Kakak
                        Ibu Laras / ibu Alya+reno
                        Ibu vina / istri kedua gatot
                        Ayah / Gatot Sujarwo
Adegan I
( peristiwa terjadi di ruang tamu sebuah rumah yang sederhana dan bersih, di dinding tergantung beberapa lukisan dan di sudut ruangan terdapat hiasan. Ketika itu siang hari, terlihat alya baru saja pulang dari sekolahnya dengan keadaan riang karena dia berharap hari tu bisa bertemu dengan ayahnya lagi, namun keceriaan itu berganti tangisan karena alya mendapat teguran keras dari reno )
Reno    : kemana saja kamu selama ini setiap pulang sekolah?? (berdiri di depan alya )
Alya    : tidak kemana – mana, memang kenapa?? (memalingkan mukanya)
Reno    : setiap kakak mau jemput kamu sepulang sekolah kamu tidak pernah ada, jawab jujur kamu   pergi dengan siapa??
Alya    : oh... itu, tidak kok, alya Cuma pergi dengan diva untuk mengerjakan tugas kelompok.
Reno    : mengerjakan tugas dengan diva?? (sambil mendekatkan wajahnya ke wajah alya). Bohong....!!! kamu pikir kakak tidak tahu ya??
Alya    : tahu apa?? (kaget dan cemas)
Reno    : siapa lelaki yang sering kamu temui setiap pulang sekolah itu??
Alya    : lelaki???, lelaki yang mana?? (mengelak)
Reno    : tidak perlu menyangkal alya, jika kakak adukan pada ibu dia pasti marah.
Alya    : kakak...!!! (berdiri)
Reno    : apa....! kakak lihat dengan mata kepala kakak sendiri selama ini kamu sering menemuinya kan??, sudah berapa kali kakak bahkan ibu bilang kalau kamu jangan pernah menemui lelaki bangsat itu...
Alya    : iya, tapi kan kak....
Reno    : (memotong) tidak ada tapi alya. Seharusnya kau menganggap lelaki itu sudah mati...!!!
Alya    : kakak jahat..., tetapi bagaimanapun dia itu ayah kita kak.
Reno    : hahaha.... (tertawa sinis), sejak kapan kita punya ayah alya?? Sejak kapan??. Kamu tahu sendiri sejak kecil ibu yang mengasuh dan merawat kita, sendirian.....! dia rela membanting tulang setiap hari demi terpenuhinya kebutuhan kita sampai sekarang....
Alya    : (hanya menangis mendengar ucapan reno)
Reno    : jika dia memang ayah kita, kemana saja dia selama ini?? Ayah sudah mati 14 tahun yang lalu, waktu itu umur kamu baru satu tahun alya...
Alya    : tidak...!!!, ayah tetaplah ayah, sampai kapanpun dia ayah kita.
Reno    : apa buktinya kalau dia ayah kita!!! (membentak)
Alya    : kak reno..., sampai kapan kakak tidak mau memaafkan ayah?? Sampai kapan kak??
Reno    : bagiku ayah sudah mati alya. Dan kakak tidak akan memaafkannya meski dia berlutut menyembah di  kaki kakak.
Alya    : kakak...!!! (menampar reno)
( suasana spontan menjadi hening, keduanya menarik nafas dan menahan amarah mereka )
Alya    : maafkan alya kak, kakak tidak tahu bukan keadaan ayah sekarang seperti apa??
Reno    : Haaaah..., ayah, ayah, ayah...!!!, bagi kakak ayah sudah tidak ada...!!!. alya, ibu pasti akan sangat marah jika tahu kamu sering menemuinya, bahkan ibu saja sudah menganggap dia sudah tidak ada.
Alya    : iya kak.... tapi keadaan ayah saat ini....
Reno    : sudah...!!!, kakak tidak mau membicarakan dia lagi. ( sambil berjalan menuju kamar dan ganti pakaian kemudian keluar rumah), besok kamu harus ada ketika kakak jemput di sekolah....
Adegan II
            ( alya terlihat gelisah, dia berniat untuk menemui ayahnya namun tidak memiliki keberanian, di saat itu ibu masuk )
Ibu       : assalamu’alaikum...
Alya    : wa’alaikum salam.... (mencium tangan ibu)
Ibu       : ada apa alya/ kelihatannya kamu gelisah sekali?? (heran melihat sikap alya yang tidak seperti biasanya)
Alya    : tidak apa – apa bu... (sambil membersihkan sisa- sisa air matanya)
Ibu       : sepertinya kamu habis menangis? (sambil mengajak alya duduk di kursi)
Alya    : tidak bu, (memalingkan wajahnya)
Ibu       : kakak sudah pulag?, kamu habis bertengkar dengan kakak??
Alya    : (hanya diam)
Ibu       : sekarang kakak dimana??, reno.... reno.... (memanggil namun tak ada jawaban dari reno)
Alya    : kakak keluar bu...., hmmm... ibu alya mau ngomong tapi ibu jangan marah ya...
Ibu       : serius banget, memang alya mau ngomong apa?? Bicara saja....
Alya    : alya mau bicara tentang ayah bu... (bicara dengan penuh harapan)
Ibu       : ibu tidak salah dengar alya??, kamu bilang ayah??
Alya    : iya bu, ayah...!!
Ibu       : ada apa dengan dia??
Alya    : maaf bu, beberapa hari ini alya sering menemui ayah sepulang dari sekolah.
Ibu       : kenapa kamu berani menemui dia?? (dengan nada kesal)
Alya    : tapi bu...., ayah....
Ibu       : ayah siapa!!! (memotong). Ayahmu sudah tidak ada alya...!!! (agak membentak)
Alya    : iya bu... tapi ayah.... (bermaksud menjelaskan keadaan ayahnya)
Ibu       : sudah cukup...!!!. jangan sebut – sebut dia dihadapan ibu, dan ibu minta kamu untuk tidak menemuinya lagi alya....
Alya    : tapi alya kangen sama ayah bu....
Ibu       : sejak kapan kamu punya ayah??. Dia Cuma lelaki pengecut yang tidak bertanggungjawab, seorang lelaki yang tega meninggalkan istri dan anak – anaknya hanya karena dia lebih memilih wanita lain. Apa lelaki seperti itu masih kamu sebut ayah??, dan  bagi ibi dia itu sudah tidak ada.
Alya    : ibu sekarang tidak tahu keadaan ayah seperti apa bukan??
Ibu       : ibu tidak ingin tahu karena ibu sudah menghapuskan namanya dari fikiran ibu sejak lama. Alya ibu mohon kamu tidak membicarakannya lagi.

Adegan III
            ( terdengar suara ketukan pintu, ternyata datang vina istri kedua gatot yang membuat ibu kaget dan menjadi semakin kesal )
Vina    : selamat siang...
Ibu       : (tepuk tangan) nyonya vina fazrina, berani sekali kau datang ke tempat saya...!!!
Vina    : maaf atas kelancangan saya menemui anda....
Ibu       : baguslah kau masih bisa mengucapkan kata itu (tersenyum sinis), tapi sampai kapanpun aku tidak akan pernah memaafkanmu.
Vina    : saya terima itu, dan saya tahu bagaimana perasaan anda, toh kita sama-sama perempuan.
Ibu       : ya... kamu memang wanita tak tahu malu vina.
Vina    : sudahlah nyonya, kedatangan saya bermaksud baik.
Ibu       : baik katamu??, aku tak pernah menganggap kamu baik dengan semua yang telah kau lakukan.
Vina    : saya kira anda sudah melupakannya nyonya, itu sudah terjadi lama sekali bukan?? Dan anda masih mengingat itu??
Ibu       : tentu saja, aku tak akan pernah melupakan itu, kau memang perempuan murahan vina, kau telah merebut istri dan ayah orang lain, tidak tahu malu...!!!
Vina    : nyonya...., itu semua karena nyonya tidak tau kejadian yang sesungguhnya.
Ibu       : kejadian sesungguhnya maksudmu?? (penasaran), paling – paling itu hanya alasanmu saja kan??
Vina    : tidak nyonya...., sebenarnya saya juga merasa malu dengan kejadian itu.
Ibu       : Tetap saja toh pada itinya kau telah merebutnya dariku.
Vina    : ya, tanpa sengaja....
Ibu       : tanpa sengaja kau bilang?? Lucu....!!! (tertawa sinis)
Vina    : memang lucu nyonya, 13 tahun yang lalu setelah pesta perayaan perusahaan atas terplihnya bos baru kami, mas gatot saat itu terlalu banyak minum  sehingga dia mabuk berat sampai-sampai tak mampu lagi menyangga berat tubuhnya, saat itu kami berdua mabuk dan entah setan apa yang telah merasuki kami, dia terus menerus merayuku hingga kejadian  itupun terjadi.
Ibu       : tapi kau mau melakukannya juga kan??
Vina    : ya tanpa disengaja, padasat itu setan telah merasuku kita berdua. Sungguh nyonya, saya sendiri malu menceritakan ini, saya memang hina namun sumpah demi tuhan kami sama sekali tak menginginkan hal itu terjadi, dan setelah itu terjadi....
Ibu       : cukup...!!!(memotong), hentikan ceritamu itu, saya sakt mendengarnya.....
Vina    : dan setelah itu mas gatot merasa bertanggung jawab atas apa yang telah dia perbuat.
Ibu       : dan kemudian dia meninggalkan istri dan anak-anaknya karena dia lebih memilih wanita jalang sepertimu, benar kan???
Vina    : mungkin saya memang jalang, tapi asalkan anda tahu bahwa sebenarnya mas gatot sangat berat melakukan itu, karena dia sangat mencintai anda dan anak-anak, bahkan sampai sekarangpun masih demikian.
Ibu       : bohong...!!!
Vina    : benar nyonya, dia sendiri tak bisa memaafkan dirinya sendiri sampai sekarang, dan  saya kemari hanya ingin menyampaikan kabar bahwa mas gatot saat ini sedang kritis karena penyakit yang dideritanya.
Ibu       : lalu memangnya kenapa kalau dia sedang kritis??

Adegan IV
 (alya keluar dari kamarnya dan mendekat pada ibu)
Alya    : ayah bu....
Ibu       : diam kamu...!!!
Vina    : dan satu hal lagi, dia menyampaikan kata maaf untuk kalian, dan jika berkenan dia ingin bertemu dengan kalian untuk meminta maaf secara langsung, .
Alya    : tante, ayah baik-baik saja kan??
Vina    : iya alya,dia titip salam untuk kamu (mengelus kepala alya), nyonya, sekarang dia masih menunggu di dalam mobil. Saya mohon pamit, terima kasih untuk semuanya, selamat siang.... ( sambil tersenyum meninggalkan alya dan ibu)
Alya    : (menangis) ibu sudah mendengarya sendiri bukan, sekarang keadaan ayah sedang kritis bu...., sampai kapan ibu akan menutup pintu maaf ibu untuk ayah??  Ayah hanya ingin meminta maaf kepada kita,dan asalkan ibu tahu kalau penyakit yang ayah derita itu sudah tidak bisa disembuhkan lagi....
Ibu       : (hanya diam, duduk dan terlihat sedih mendengar ucapan alya, ibu sebenarnya ingin menangis tapi dia tahan)
Alya    : ibu..., ayo kita kesana sekarang (berlutut sambil memegang tangan ibu)
Ibu       : tidak alya. (memalingkan wajahnya dan merenung)
Alya    : kalau begitu ijinkan alya untuk menemui ayah. Maafkan alya bu.... (bergegas keluar menyusul vina)
Ibu       : (bersedih, sambil melihat ke arah alya) maafkan ibu nak, sebenarnya ibu juga ingin menemui ayah tapi ibu malu...

Adegan V
            (reno masuk dan terlihat penasaran)
Reno    : (melihat ibu) kenapa ibu bersedih??, mobil siapa di depan bu??
Ibu       : (menghela nafas panjang) reno ikut ibu sekarang ya nak... (sambil berdiri)
Reno    : kemana bu...??
Alya    : menyusul alya.
Reno    : alya???, alya kenapa bu??
Ibu       : tidak, alya baik-baik saja kok...
Reno    : lalu kemana memangya alya?? Siapa yang di depan itu??
Ibu       : nanti ibu jelaskan.
Adegan VI
            (ibu dan alya berniat menyusul alya dan mengajak reno untuk menemui ayah namun tiba-tiba alya, vina dan ayah masuk, ayah terlihat pucat dan lemas dan hanya bisa duduk di kursi roda yang didorong oleh alya )
Reno    : sedang apa mereka di sini bu??
Ibu       : ayah reno....
Reno    : mau apa dia di sini?? (menunjuk ke arah ayah), ternyata dia masih punya nyali untuk datang ke sini
Ayah   : apa kabar laras?? (sambil batuk – batuk, nada bicaranya pelan dan terputus – putus)
Ibu       : baik mas (sambil tersenyum)
Ayah   : terima kasih sudah mau bertemu saya. Laras....., maafkan saya karena selama ini saya tidak memiliki keberanian untuk menemui kalian, hingga akhirnya saya memberanikan diri untuk menemui alya, saya takut jika umur saya sudah tidak cukup lagi untuk mendapatkan maaf darimu dan anak – anak.
Ibu       : Sssssst......, tenang mas, jangan bicara seperti itu, sudah saya maafkan kok.
Reno    : ibu...!!! kenapa ibu mau memaafkan dia?? Bukankah selama ini dia tak pernah peduli pada keadaan kita bu??
(reno berjalan menuju pintu keluar namun sampai di depan pintu ayah memanggilnya)
Ayah   : reno, mau kemana nak?
Reno    : (berhenti di depan pintu namun tidak menjawab)
Alya    : kakak... ayah cuma ingin minta maaf kak....
Ibu       : (mendekat dan berdiri di hadapan reno) reno... kamu mau menemui ayah nak??
Reno    : (hanya diam)
Ibu       : ayah hanya ingin minta maaf kepada kita semua reno, reno mau kan memaafkan ayah juga?? Sebenarnya ayah masih menyayangi kamu dan alya makanya sekarang dia memberanikan diri untuk kesini....
Alya    : iya kak, apa kakak sama sekali tidak mau memaafkan ayah?? Kakak juga sebenarnya kangen sama ayah kan??
Reno    : (masih terdiam dengan menahan rasa sedih)
Ibu       : (merayu) reno lihat ibu..., reno masih mau jadi anak ibu bukan??
Reno    : (hanya menganggukan kepala)
Ibu       : kalau begitu ayo reno temui ayah. (sambil memegang reno dan mengajaknya)
Ayah   : (tersenyum) reno sehat nak??
Reno    : (hanya mengangguk, dia masih enggan dan malu-malu untuk mendekati ayah)
Ayah   : kesini nak, ayah kangen sama reno...
Reno    : ayah.... (memanngil kemudian memeluk ayah sambil menangis), reno juga kangen sama ayah, kemna saja ayah selama ini, kenapa ayah tidak pernah mememui kami??
Ayah   : maafkan ayah reno, karena selama ini ayah meninggalkan kalian semua, ayah sebenarnya ingin menemui kalian tapi ayah malu....
Reno    : iya ayah, reno sudah memaafkan ayah.
Ayah   : sekarang kamu sudah besar reno. Ayah titip ibu dan alya ya..., jaga mereka baik – baik.
Reno    : iya ayah reno janji....
Ayah   : laras....,mungkin sudah tidak lama lagi saya hidup, sekali lagi saya minta maaf kepada kalian semua. Maafkan ayah ya alya, reno.....
            (akhirnya mereka memaafkan ayah dan adegan inipun berakhir,ayah berhasil mendapatkan maaf dari semuanya namun setelah itu ayahpun meninggal dunia....)
SELESAI
                                                Tegal, 29 Juli 2012.
                                                Aoenks Modjo Al-Adzier

naskah njaluk sunat karya lukman alfaris


                                      NJALUK SUNAT           karya lukman alfaris
(diantara penyunatan kelamin dan penyunatan hukum)

ADEGAN KE SATU
     Suasana ramai anak-anak lagi pada main dengan riang gembira di bulan purnama
Minto mengajak teman-teman untuk bermain petak umpet dihalaman perkampunganya dan akhirnya teman-teman menyetujui ajakan minto tersebut untuk bermain petak umpet,setelah permainan dimulai  HOMPIMPA ALAHIYONG GAMBRENG ternyata yang jadi romat dan akhirnya teman-teman bersembunyi mencari tempat persembunyian
romat :         pada nang endi ya? Asem ka pada nang endi ya
                      Aaa….. hayo   minto! selawe katon kuwi….(keluarlah minto dengan wajah     yang murung seperti maling ketangkep)
    Tak lama kemudian temen-temenpun(madramli,sikus dan kijan) kelihatan dan diketahui oleh romat secara satu persatu
romat :        Ha…ha  uadah ketangkep semua ni…. Eh temen-temen ganti permainan yuk?soalnya aku takut ditnggal sendirian barang kali nanti ada pocong atau wewe gombel ngejak enyong! Ganti aja ya?
Minto:          ah kamu mat! Kalau aku sih takutnya sama penculik barang kali salah satu dari kita diculik nanti di jual
Kijan :           emang kita laku dijual?kita kan jelek semua,palingan kalau dijual murah harganya..he..he
Minto :       wes-wes aja dibahas maning mengko wedi, yaudah gimana kalau kita main donal bebek-donal bebekan yuk!
Temen-temen : ayok…..
DONAL BEBEK
MAU KEMANA? MAU KEPASAR
MEMBELI APA? MEMBELI BAJU
BAJU  YANG APA? BAJU YANG PUTIH
PUTIH-PUTIH MELATI ALI BABA
MERAH-MERAH DELIMA PINOKIO
SIAPA YANG BAIK HATI CINDERELA
TENTU DISAYANG MAMA
LALA LALA SEPAK BOLA
LILI LILI TARI BALI
HA…HA…HA…..HA
Kijan :    met udah malem ni yuk kita pulang aja temen-temen? Ayo tapi kita nyanyi-nyanyi lagi ya( jawab teman-teman)
“ GELANG”
 SEPATU GELANG BAPAK ILANG KECEPET LAWANG
LAWANG WESI BAPAK EGEN SISI
 SISI SISI UMBEL BAPAK EGEN NYAMBEL
NYAMBEL NYAMBEL-NYAMBEL TOMAT
BAPAK BAPAK EGEN SUNAT…….
Anak-anak bernyanyi dengan riang gembira tetapi lagu yang belum selesai dinyanyikan itu tiba-tiba di potong oleh minto
Minto : stop….stop tau gak?dari ke empat anak ini yang belum sunat siapa! Soalnya lagu ini itu yang menyanyikan harus anak-anak yang sudah sunat.
Akhirnya ke empat anak ini berjajar dan minto  mengecek anak-anak barang kali ada salah satu anak itu yang belum disunat mulailah minto memeriksanya lewat kolor celananya dari atas
Setelah minto mengecek mad ramli dan kijan  minto langsung mengecek romat….tak tau kenapa wajah romat  ketakutan…eh ternyata romat  belum di sunat….minto langsung terkejut dan mentertawakan siromat karena belum disunat di susul teman-temanya menertawai dan mengejek romat
Teman-teman : ha..ha…BEL GOBAL GABEL ROMAT GOBAL GABEL….BEL GOBAL GABEL ROMAT GOBAL GABEL….BEL GOBAL GABEL MANUKE ROMAT GOBAL GABEL( sambil meledek dan bernyanyi menyindir romat,teman-teman keluar seperti permainan sepur-sepuran)
Romat  menangis karena di ejek oleh teman-temanya karena siromat belum sunat sambil pulang kerumah dan merencanakan mau menggadu kepada orang tuanya minta disunat secepatnya

ADEGAN KEDUA
Suasana indah malam begitu dingin walaupu didalam rumah menjadikan suasana manja bagai seorang istri yang sedang merindukan belaian suami seperti di tinggal merantau 10 tahun.tetapi walaupun rindu kadang merasa benci karna suami sering lupa apa kebutuhan istri tersebut
 Ibu maryati : dasar wong lanang senenge lungga-lunga, Klalen karo bojone mbengi-mbengi kluyuran bojone ora di batiri turune…duh nelongso temen yo nyong dadi wong urip..wong lanang ka ora ngurusi bojone tapi senenge ko ngurusi ingon-ingonane,paling-paling tah Cuma ayam jago tok bisa nglupakna keluarga(sambil mebuat lontong buat di jual besok jualan sarapan pagi)
Tak lama kemudian romat datang dengan wajah cemberut.
Ibu maryati : mat kowe ana apa!.. bocah ka nguyur bae, mlebu maring umah ora salam ora apa” wes di sekolahna ya  ora ndolor…ana apa si mat?
Romat :      bu nyong njaluk sunat!... pokoke nyong njaluk sunat!.Aja mengko-mengko, aku wis isin bu…di poyoki karo kanca-kancane aku bu.. jarene wes gedhe durung sunat gobal gabel jarene romat gobal gabel bu manuke yen durung sunat
Ibu maryati : ya…ya mat kowe yo mesti sunat aja kuatir soale kowe wes gedhe trus wong islam kuwi wajib sunat. Tapi mengko ndisit ngenteni wong tuamu bayaran ya sabar
Romat : moh…nyong pingin saiki mak! Kudu saikiYen mengko-mengko aku di poyoki terus mak…mak sunat… romat njaluk sunat mak
Ibu maryati : ya ya bocah ko yen njaluk kudu seceme kuwi bocah
                       Ya mat kowe sunate mengko esuk kye wes mbengi doktere wes turu li kowe turu bae mono wes mbengi,Gampang mengko ibu matur karo bapakmu.
Romat : asli ya mak! Mengko romat sunate mengko esuk
Ibu maryati : ya wis mana kowe turu bae wis mbengi

Akhirnya romat menuju kamar untuk tidur,dan beberapa menit kemudian ibu yang sedang bikin lontong tiba-tiba bapak datang dengan wajah murung sambil membawa jago karna bapak kalah dalam pertarungan ayam jago tersebut


Bapak : assalamualaikum bu
Ibu maryati: walaikum salam… pak sampean lunga aring endi! Awet esuk ora mulih-mulih balike mbengi maneh yen misale kerja si ora apa-apa la wong jebulane mayeng adu jago!!!!.... mesti  sampean kalah maning!
Bapak  : ning apa sibu  ribut bae,bapak durung njegong durung apa-apa sampean wis renyok bae cocote
Apa di gawekna kopi apa-apa la mending kuwi sing darani istri soleha..
Ibu : soleha-soleha ya ora kaya kuwi pak! Sampean kuwi klalen segalane karo keluarga
Bapak ngerti?kae mau romat nesu-nesu njaluk sunat pak..apa kuwi sunat ora nganggo duit? Ya mestine nganggo duwit ra pak” bapake ana duit pira mene!
Bapak : aduh bu…bapak ora nduwe duit yakin, gampang sunate tahun ngarep bae bu
Ibu : apa tahun ngarep? Pak romat kuwi wes gede pak soale kae mau di poyoki karo kanca-kancane pak
Li wes maneh ibu wes janji karo romat sunate mengko esuk
Bapak : ya..ya bu aku janji pokoke mengko esuk wis ana duit! Sampean aja renyok bae! Mengko bapak mesti menang titenono bae bu
Ibu : ya lho sampean kuwi wes janji tapi apa mesti menang pak jagone?
Bapak : ya ya ow menang yaw is saiki istirahat ndisit ya bu bapak pengen di pijeti soale awake pada lara bu
Ibu : ah bapak njaluke pijet terus,y awes lah njo ning kamar pak

ADEGAN KE TIGA
Pagi yang indah dan segar mulailah ibu berjualan keliling di sambut mentari yang menjadikan semangat dan udara yang begitu segar menjadikan fikiran lebih fres…namun bapak malah baru bangun tidur bukanya mandi atau makan tetapi malah ngurusin jagonya

Bapak : aduh matane ka yip-yip pengene turu bae….tapi krungu kluruke jago dadi kimutan karo kowe jon he…he…. Jhon kowe kudu menang ya!! Soale duite mengko go gawe anake nyong sunat si romat kye tak ngai obat jamu kading embahe ben kuat
Ibu : pak mengko yen romat takon sanguine ning duwur meja ya pak” ibu tak mangkat ndisit
Romat : pak romat mangkat sekolah ndisit ya pak? Mengko sore romat sunat ya pak? Pokoke romat njaluk sunat kudu mengko sore
Bapak : ya..ya wis mana mangkat…

ADEGAN KE EMPAT
Suasana yang sangat ramai di halaman perkampungan warga sedang mengadakan acara perjudian sambung jago salah satunya bapaknya romat mengikuti perjudian sambung jago tersebut tetapi lagi asik-asiknya sambung ayam tiba-tiba ada petugas yang sedang merazia perjudian sambung ayam tersebut,semua orang yang mengikuti perjudian berlarian menyelamatkan dirinya masing-masing tetapi sungguh malang bapaknya romat tertangkap razia tersebut

ADEGAN KELIMA
Ibu dan romat sedang sibuk mencari pakaian sunat seperti peci dan sarung di almari serta memakaikan pakaian dengan bergonta-ganti apakah pantes dan apakah tak pantes dipakai romat sambil menunggu bapak pulang
Ibu : mat…mat  bapakmu itu kok blum pulang-pulang” udah sore begini apa lupa bahwa sore ini kamu mau sunat mat…apa jangan-jangan judi tarung ayam lagi…!
Romat : ya pokoke ana bapak mboh ora ana bapak ! aku kudu sunat sore dina kiye mak! Cepet la mak mangkat saiki
Ibu : sabar ndisit si mat” duwite kuwi ning bapak ngerti ora!
Tak lama kemudian ada salah satu petugas yang datang kerumah ibu
Petugas : selamat sore” apakah benar ini rumahnya pak rustam?
Ibu  : e..e ya pak ini rumahnya pak rustam suami saya”memang ada apa ya pa?(dengan wajah penasaran dan ketakutan)
Petugas : begini bu pak rustam suami ibu sekarang ditahan di kantor polisi,dia kejaring ketika kami mengadakan razia perjudian ‘ini suratnya  sekian dulu ya bu kami mau melanjutan kasus ini saya tunggu di pengadilan

Setelah ibu mendengar kabar ini,ibu langsung menangis dan melepaskan pakaian yang sedang di pegang untuk romat,ibu menangis histeris sambil memeluk romat anak satu-satunya
Ibu : mat” bapak ngak pulang bapak ditangkap polisi karna sambung jago,kamu gak jadi sunat hari ini
Romat : terus kapan mak? (sambil menangis sedih )
Ibu : ibu ngak tau mat” ibu binggung mau apa lagi,kita orang susah mat makan juga susah kita gak punya apa-apa di tambah lagi bapak mau di penjara”siapa nanti yang mau mencari nafkah kalau bukan bapak mat
Romat : gimana bu nanti romat di ejekin sama teman romat bu,romat malu
ibu : gak apa-apa anaku gak apa-apa      ya mat sing sabar,saiki siap-siap neng gon bapak ya mat melas bapak ning kana dewekan

ADEGAN KE ENAM
Suasana diruang pengadilan  sebelum pak rustam di adili ada salah satu pegawai kecamatan yang tersandung tersangka koruptor dan membebaskan perjudian sambung ayam malah yang mengadakan perjudian sambung ayam itu
Jaksa :nama,alamat dan pekerjaan
Anda sebetulnya mencohtohkan yang baik kepada warga anda,anda kepala desa, gaji anda mencukupi dan anda orang terpandang tentunya anda bisa mencukupi kebutuhan keluarga anda
Pak hakim! Kalau menurut saya hukum seberat-beratnya aja pak! Dia sudah mempengaruhi warga mungkin kalau dihukum pak purnomo mempunyai hukuman ganda, ia sudah melakukan perjudian dan menjadi panitia itu sangat berlapis-lapis hukumanya
Pengacara : tunggu dulu jangan terburu-buru apalagi kita bermain dengan permasalahan coba bapak pikirkan dia seorang pegawai! Apakah tidak ada solusi lain?nama lembaga bisa tercoreng?lagi pula ini bukan kasus yang sangat rumit mungkin juga ini bukan masalah yang merugikan Negara
Jaksa : ow anda jangan berfikiran seperti itu sudah jelas pak purnomo sudah melakukan kesalahan dan sebagai bukti juga ada ayam  dan perlengkapan sambung ayam sudah saya sita
Pengacara : bos tenang saja serahkan saja sama saya bos
 Ya sudah saya tidak menyogok dan tidak menentang kasus ini kepada anda , yang saya inginkan agar permasalahan ini cepat selesai dan damai
jaksa: Dalam pasal 29 ayat 13 di republic dobol barang siapa yang melakukan perjudian akan dikenakan denda sebesar 50 juta  atau kurungan 5 tahun penjara
Dan dalam pasal 28 ayat 66 direpublik dobol barang siapa yang melakukan  atau mengadakan acara perjudian dikenakan denda sebesar 60 juta atau kurungan 7 tahun penjara

Pengacara :  bos jangan takut” oke  dari perkataan pasal-pasal dan ayat-ayat tadi kami bisa menyimpulkan barang siapa yang melakukan atau mengadakan akan dikenakan denda atau kurungan penjara  dari kata-kata itu atau bukan dan berarti kita bisa memilih bos!!
Bos orang kaya kalau menurutku bos mampu kok kita bukan menyogok tentang hokum tapi kita patuhi hokum bos, bos bisa pilih denda aja semuanya pasti kelaaar (sambil tertawa meremehkan )
Ya kayak kemarin saya ditilang bos pilih denda atau motornya disita,..trus ya saya kasih uang 70ribu udah urusanya beres!

Setelah selesai disidang sang koruptor mendatangi hakim tersebut bersama anak buahnya yang membawa kover berisi uang
Kepala desa : pak ini uang tiga ratus juta untuk penganti denda saya pak
Hakim :oya pak trimakasih bapak sekarang bebas
Akhirnya sang korup torpun pergi meninggalkan tempat pengadilan dan berbisik-bisik degan anak buahnya sambil riang gembira
Kepala desa : tenang selama masih ada uang kita bisa memiliki dan mengatur  segalanya
            Kita di denda atau di tahan?ya jelas milih di denda kita kan orang kaya
Anak buah : bener bos sama seperti saya ketika saya ditilang sama polisi pilih di denda atau motornya di tahan ya saya pilih di denda dan saya kasih uang Cuma 50ribu udah kelar,tapi orang yang di belakang saya motornya  atau STNKnya ditahan soalnya gak pada bawa duit bos ternyata hokum bisa disunat dengan uang ya bos…tapi kelamin juga sunatnya juga peke uang bayarnya
Dan beberapa jam kemudian di adiililah pak rustam dengan di damping ibu dan romat  dibelakangnya
Hakim: atas nama bapak rustam menetapkan sebagai tersangka perjudian sambung ayam maka bapak dipidana degan kurungan 4tahun penjara atau denda  5juta rupiah? (pak rustam tidak bisa memilih hukum atau denda karna pak rustam tak mempunyai uang untuk mmemilih denda)
Suasana tragis betapa malangnya keluarga yang tak mampu keluarga yang sangat sederhana  mendapatkan cobaan yang begitu berat
Ibu : bapak” ibu sangat sayang sama bapak…kenapa bapak menjadi seperti ini
Bapak : maafin bapak ya bu semua ini salah bapak…ini salah bapak,bu jaga romat baik-baik ya bu
Romat : pak” romat sunate keprie pak? Romat pengen sunat nemen
Bapak : bu kae celengane bapak di jukut bae sing ngo gawe nyekolahna romat gawe sunat ndisit bae bu melas romat
Ibu : ya pak, bapak disini di sehat- sehat ake ya pa( sambil berpelukan sedih antara bapak,ibu dan              romat )
Akhinya bapak di bawa ke sel tahanan dan ibu dengan romat pulang untuk siap-siap romat pulang

ADEGAN KE TUJUH
Setelah tiba di rumahnya dokter mita ibu bertanya-tanya sama romat tentang masalah sunat
ibu:mat apa kowe ora wedi disunat? Manuke ilang secuil”
Romat : ora papa mak manuke ilang apa soyo pendek” sing penting aku ora di poyoki karo kancane romat gobal gabel mak
Tak lama kemudian datanglah dokter mita pesialis dokter sunat
Dokter mita: selamet sore bu?kepripun bu wonten nopo”
ibu:                selamat sore juga bu” niki bu lare kulo bade sunat
Dokter mita: ow ngeh…ngeh… niki mriki mawon bu larene  sinten ngeh namine?
Romat :            kulo romat bu dokter kelas tigo SD
Setelah itu bu dokter langsung membawa romat keruang penyunatan sama ibu mendampingi romat sunat
Dokter mita: perawat ambilkan suntikan sama gunting
Perawat :     ya bu….ni gunting sama suntikanya
Romat :    aduh loro nemen.. aduuuuh sakit pak” wes…weees nyong loro nemen bu    Aduh aaaaaaaaaaaaaaaaa……!!!!!!!!
Dokter  mita: ya m as romat niki sampun wes…wes mari
Romat : wes mari apane bu wong iseh aboh kaya kiye ka aduuuh
Akhirnya setelah disunat ibu membayarkan uang itu kepada dokter mita dan akhirnya pulang
ADEGAN KEDELAPAN
Ibu : mat mat kowe wes klakon wes ora di poyoki kanca-kancamu maning( sambil mengipasi romat sunat yang lagi duduk)
Setelah cita-cita romat njaluk sunat tercapai datanglah teman-teman romat  untuk kondangan ngasih amplop kepada romat sambil nyanyi-nyanyi gembira dengan gerak tari untuk romat
Romat : bu..tapi romat kangen karo bapak,romat pengen ketemu karo bapak
Ibu : yo mat ibu juga kangen sama bapak mengko esuk tiliki ya mat bapak, bapak mesti seneng kowe wes disunati mat,y awes saiki romat istirahat ndisit ya
ADEGAN SEMBILAN
Disuasana sel tahanan bapak merenung membayangkan romat anaknya
Bapak : mat..mat bapak ko kangen karo kowe,kangen karo keluarga,kayane kowe wes sunat apa durung ya
Setelah beberapa menit kemudian ibu dan romat menjenguk bapak sambil membawa makanan di rantam buat bapak
Ibu : bapak bagai mana kabarnya disini pak ibu kangen
Bapak : ya bu bapak juga kangen sama ibu terutama degan romat” bu romat sudah disunat belum bu?
Ibu : romat sudah disunat pak
Bapak : romat sini nak bapak pengen meluk romat
Akhirnya selesai sudah cita-cita romat disunat dengan berakhir kesedihan seorang bapak yang memperjuangkan anaknya dengan menghalalkan segala cara rela dosa,rela harga diri dan rela jauh dari keluarga karna semuanya demi anaknya walaupun sang bapak tidak bisa membiyayai penyunatan hokum namun bapak mampu membiyayai penuyunatan si romat
SEKIAN
ALHAMDULILAH WES RAMPUNG TAMAT
KOS-KOSAN  17-01-2010
00:00WIB TEGAL

Kamis, 07 Juni 2012

event teater akar





PROFIL TEATER AKAR FKIP UPS TEGAL

Teater Akar adalah kelompok teater di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Pancasakti Tegal, didirikan 29 Maret 2008 oleh Samsul Arifin yang didukung oleh beberapa dosen.Teater Akar telah menjelajahi pementasan antara lain:
1.Produksi Film Indi ‘’ JATIWARU’’ karya/sutradara :Yusup U/Rasdani S, dalam festival film independen Jawa Tengah , pada tanggal 09 Juni 2008
2. Pementasan Akhir Tahun ”PENTAS JABAT KARYA” dipanti Asuhan Suko mulyo tegal tanggal 31 Desember 2008
3. Pentas Dratisasi Puisi ’’NJAGONG BARENG SASTRAWAN TEGAL’’ Di Auditorium UPS Tegal, pada tanggal 27 November 2008
4. Pentas Dramatisasi Puisi 3 Bahasa Musda Imm Se Jateng Digedung Dakwah Slawi,pada tanggal 29 Januari 2009
5. Pementasan Kolaborasi Teater Ketoprak ’’ROROJONGGRANG I’’Naskah/ sutradara :Slamet HS/Seful M , di Gedung Kesenian Tegal ,pada tanggal 30 Mei 2009
6. Pementasan ”RONGGENG DUKUH PARUK”,Karya/Sutradara :Akhmad Tohari/Samsul Arifin Di Gedung Rakyat Slawi,pada tanggal 14 Juni2009
7. Happening Art di Seminar Mahasiswa Se Jateng di Islamic Center Brebes
8. ”SENANDUNG RINDU” Musikalisasi Puisi pada Halal Bi Halal Pendidikan Ekonomi di MKU UPS Tegal,pada tanggal 03 Oktober 2009
9. Pentas Memperingati Hiv/Aids( Monolog,Musikalisasi Puisi,Teater,Wayang Mbeling)di Auditorium UPS Tegal,pada tanggal 01 Desember 2009
10. Pentas Seminar Internasional,Pertemuan Ilmiah Bahasa Sastra Indonesia Xxxi Se Jawa Tengah Dan Daerah Istimewa Yogyakarta’’ROROJONGGRANG II’’karya/sutradara :NN/Seful M,di Hotel Duta Wisata Guci Tegal ,Pada Tanggal 11 November 2009
11. Pentas ’’NJALUK SUNAT ’’karya/Sutradara:Lukman Alfaris/Seful M,di Desa Cibelok Kec.Taman Pemalang Pada Tanggal 28 Desember 2009
12. Pentas Keliling ”NJALUK SUNAT 2” karya/Sutradara:Lukman Alfaris/Budi Lukito, di STAIN Pekalongan, POLTEK PRATAMA Purwokerto, Gedung Kesenian Tegal, Tanggal 15 Maret – 20 April 2010
13. Pentas Seminar Enterpreuneurship ”GAPLEK” Karya/Sutradara: Lukman Alfaris/Budi Lukito, di Auditorium UPS Tegal, pada Tanggal 27 Maret 2010
14. Pagelaran Gong Pasar Seni, Launching Buku Sjk Edisi 12 Dan Orkes Puisi ”Duka Cinta Indonesia” Anis Sholeh Ba’asyin ( Sampak GusUran ) dari Pati, di Auditorium UPS Tegal pada Tanggal 25 Mei 2010
15. Pentas memperingati 1000 hari wafatnya W.S Rendra Sajak Sebatang Lisong bersama Teater Qi kota Tegal, Lakon/sutradara : ”ADA TOKEK”/Rudi Iteng di Taman Budaya Jawa Tengah Solo pada tanggal 4 Juli 2010
16. Ikut serta dalam Pawai Budaya seJawa Tengah bersama Dewan Kesenian Kota Tegal di Semarang pada tanggal 7 Juli 2010
17. Produksi film Indie dan dokumenter, Judul ”MARDIYAH”, ”KERINGAT BATU KAPUR”, ”SEMANGAT KARANG BAHARI”, pada tanggal 20 agustus 2010 di desa Kramat kec. Jatibarang kab. Brebes
18. Mengikuti Workshop Teater di Banten ART Festival, Rumah Dunia Kampung Ode, Serang Banten. Tanggal 14-17 Desember 2010
19. Pentas ”PARA JAHANAM” Sutradara: Budi Lukito, di Auditorium UPS Tegal, pada Tanggal 30 Januari 2011

Selasa, 11 Januari 2011

Naskah Teater Akar

SINERGI
Oleh:Seful Mu’min
Sebuah keseimbangan alam dan tubuh yang memiliki partikel-partikel pembentuk kesadaran maksimal,diantaranya: api,air ,tanah ,udara.
Prolog : ( suara tetabuhan )
Sejatinya kita ada karena sinergi,bentuk kesederhanaan hinga tubuh penyempurna diri, pemberi maksimal muka bumi, oleh tanah berbentuk raga,oleh air mengalir darah ,oleh api semangat diri,oleh udara penghelaan kehidupan. Semua terbungkus raga ketika tuh tertiupkan didalamnya.Keseimbangan itu tak pernah sirna.
Koor : Sinergi – sinergi satu jiwa
Membelenggu raga yang ada
Sinergi –sinergi satu jiwa
Kekuatan itu ada
( koor perlahan mengeras,didiringi music dengan ritme naik , lampu berlahan terang )
( Lampu berlahan terang,fokus pada 1 titik karakter ).
1.Tanah: Sinergi satu jiwa ( pengulangan ),membentuk raga. Manusia terbentuk dari tanah,begitu rumit proses pembentukan itu. Entah kita menyadari atau tidak !
2.Air : Sinergi satu jiwa ( pengulangan ),mengalir air . Alirannya mengalir sampai pori-pori terkecil ,berbagaim macam eksisitensinya. Dengan air trbentuklah tunas kehidupan ,entah kita menyadari atau tidak !
3.Api : Sinergi satu jiwa ( pengulangan ),pemberi khangatan. Tubuh penghasil api,penyenpurna hati, gelora api tanpa disadari muncul setiap partikel raga ,,entah kita menyadari ratau tidak !
4.Udara: Sinergi satu jiwa ( pengulanan ), helaan udara penyambung desahan kehidupan,sirkulasinya menerjemahkan kata. Entah kita menyadari atau tidak!
( Lampu general menyala,didiringi music tetabuhan,aktor eksplor drum )
Koor : Sinergi satu jiwa ( pengulangan kalimat sesuai karakter )
5. Udara : Kenapa kita satu jiwa ?
6.Tanah : ya,,,,,kalau demekian siapa pembentuknya?
7.Api : Ah,,,,,omong kosong macam apa ini,,,
8.Air : sssssttttttt…….jangan berceloteh seperti itu, kita ada karena alam yang mempersatukan. Dengan segala keindahan dan keunikan seperti uniknya manusia sejenis kita?
9. Udara: Alam ini meninabobokan kita pada kenikmatan semesta yang sementara, seakan kita terbuai,terlena oleh keindahan.Dan tanpa kita sadari kita adalah budak dari segala keindahan itu.
10. Tanah : Seperti buaian angin yang mendesir setiap perjlanan ini. Bosan dengan segala omongkosong ini.
11.Air : Manusia…manusia,,,,kadang bosan,,,tanpa ada sebab pembentuknya,,,
12. Api : Ya,,,percuma kita ada ,bila tanpa memberi yang berlebih buat lain..bicara soal kemanusian,bicara soal harga diri,apakah pantas,,!!!
13.Tanah: Dengan kelemahan,keluh kesah,bergumun,menangis tidak memberi pencapaian yang maksimal buat diri,orang lain bahkan alam semesta.
14.Udara: Alam semesta dan manusia adalah keseimbangan keduanya.
15. Air : Seperti air yang alirannya senantiasa memberi senyawa pada tubuh hingga tumbuh,yang kerontang membentang kesuburan.
16.Tanah : Bukan hanya air, bahkan semua tumbuh karena tanah,manusia,tumbuhan,bahkan binatang serta apa yang ada dimuka bumi ada karena ini.
17.Api : Tanpa pembakarn api tentu tak berjalan,,,,panaswnya…panasnya,,,,,menjadi simbol kekuatan dan gelora yang membara…..
18. Udara: Sirkulasi dan transfer udara oleh alam untuk semesta tolak ukur keseimbangan.
( Eksplor gerak ,terjadi kegemuruhan masing-masing karakter,merebutkan eksisternsi ).
20. Air : Karerna air semua seimbang dan mengalir kehidupan,,,,
21. Tanah :Heh,,,,,Bukan ,,,,karena tanah semua dapat terbentuk,,,
22. Api : Melalui apilah panas ini dapat dinikmati dan terjadi keseimbangan diri dan alam..
23. Udara : Bukan karena siapa-siapa,,tapi karena udara semua bisa menghela kehidupan yang menjadikan keseimbangan itu.
( Kegemuruhan terjadi diiringi tetabuhan musik dan terjadi gerak )
( Semua terdiam dan terlentang karena semua karakter diam )
24. KOOR : Sinergi satu jiwa ( pengulangan )
( muncul siluet karakter dengan olah gerak ,bunyi tetabuhan serta suara’’ sunyi ,lambu pendukung siluet )
25.Api : Kenapa panasnya memberi kematian penghunhinya,,?
26. Air : Kenapa semua terhempas oleh air dan gelombang?
27. Tanah : Kenapa Harapan terpendam oleh tanah dan kematian yang menjumpai ?
28. Udara : Semua kembali kepada alam, yang memberikan keseimbangan.Meski pencemarannya oleh manusia,keserakahannya menjadikan kita sesak udara.Kesengsaraan lah hasil akhirnya.
( Koreogarafi kecemasan,semua actor bergerak bebas )
29. Udara : Mungkin dinegeri yang lucu ini saja,kita menjumpai keanehan – keanehan alam dan penghuninya.
30. Air: Ya,,,,,,,disini tersedia berbagai macam menu bencana,dari bencana banjir,bencana longsor, pencemran udara, kebakaran,, entah apa lagi menu bencana yang akan kita jumpai.
31. Tanah : Disini juga tersedia menu bencana lain yang lebih mengerikan, bencana moral para pemimpinya .
32 Api : yang bisa melumpuhkan generasi,melumpuhkan azaz-azaz tunggal,melumpuhkan hati nurani,melumpuhkan harapan.
(poramasi dan gerak dengan iringan koor )
32. Tanah : ya ,,,,harapan – harapan yang di lambungkan oleh pemimpinya,,,,
33. Air : Tidak sadar,,keseimbangan ini mulai timpang,,,,,
34. Api : Siapa yang harus menanggung semua ini,,?/
35. Udara : Pemimpin sang pembual abadi dong…..yang harus menanggung ,,,,
Koor : Gemuruh riuh menjadi luluh
Semua bersedimen menjadi mati
Geuruh riuh menjadi luluh
Kapan semua berimbang???

Sinergi……..sinergi,,,,
36. Api : Bila api berkobar , hingga hati tersemangati gelora api .
37. Air : Bila air mampu meresap pada celah terkecil hati nurani manusia .
38. Tanah : Bila tanah memberi sari manfaat pada tapakan manusia.
39. Udara : Bila udara bisa dihela dengan penuh kesederhanaan.
Koor: Keseimbangan membentuk sinergi.
Alam,manusia dan isinya .
Sinergi satu jiwa (3x )
( eksplor gerak ,bentuk siluet kesempurnaan yang berimbang )
Selesai
2 Desember 2010

Naskah Teater Akar


MARDIYAH
Oleh: Seful Mu’min
(Sebagai refleksi diri mencoba mengenal Mardiyah , Ceritera ada yang mungkin belum pernah ada)
Crita mbuh bener mbuh ora Si Mardiyah ,wis terkenal nang kana-kana seantero pantura. Kisahe dadi fenomenal apamaning yen ana kaitane karo sing arane duit,pasti matane mendelik ijo ngomongi Si Mardiyah.Ora kalah karo critera-crita rakyat sing ana nang jagad bumi,Crita Mardiyah wis ora lumrah kanggo masyarakat wong Tegal khususe,pasti wis paham.Mardiyah tetep Mardiyah , Sugih tetep Sugih ora ana padane pokoke.
Tokoh :
  1. Sunah : ( Pegaweane mbekumkum nang umah kaya wong-wong wadon umume umur 45 taun ,sing ngurusi anak karo keluargane,sifate madan rumil,ora nyukuri sing ana, ndueni sipat sabar secuil, cangkeme luwihan .Uripe di uber-uber uang .Rada mlarat tapi gemede ).Awake ora lemu ora gering,sedengan.raine ora tau paes,madan kasar kari ngomong .
  2. Wasto: ( anake Sunah , bocah lanang umure 26 taun ,luntang lantung pegaweane tengak tenguk saben dinane kaya bos pasar tapi ora nghasilna( ngagur ). Kapak ciplak ora mbojo-mbojo,sipate kaya bocah cilik,cepet sewot ).Bocahe rada ireng , ora keurus kari anggo pakean ora rapi.
  3. Tariyah : ( Tanggane Sunah sing umure sepadan karo Sunah ,kacek rong wulan , rangda di tinggal mati bojone sing dadi TKI nang Arab. Lumayan sugih tapi cangkeme rumil ,ganjen ,pada bae kaya Sunah ndue cangkem luwihan ,pegaweane ngomongi sing ora perlu diomong). madan ayu,gelange madan rembel ,kari anggo-anggo lumayan rapi.
  4. Sugeng : ( Tukang becak sing sering mangkal nang prapatan desa umure 52,sipate jor klowor . Ora tau adus .ceking ,kucel kaya cempe kurang pitamin, cengeesaan ,sok ngerti ).Wonge kucel, gering ,kari udud ngentor kaya knalpote motor.
  5. Sueb : ( Jakwir ceteme si Sugeng ,ceplas ceplos cangkeme umure luwih enom sing Sugeng 10 taun,raine gagahe naudubilah mindalik kaya wong sing paling gagah sa RT.Wis due bojo tapi biyasa pegaweane ngodani bjo kro wong wadon. Akeh utange). Madan rapi.
  6. Suni : ( Wong sing dagang nang pasar,ora patia gede usahane. Umure 48 taun,ora nyukuri urip. Senenge ngeluh.,pasrah).
  7. Darmad : ( Tukang angon wedus ,umure 34 taun,angon weduse tanggane sing kari naganak anake dibagi , ya bahasane kuwe maro .Ora nyukuri urip ,senenge ngeluh).
  8. Warjo : ( Kuli macul sawahe urong, nggarap sawah. Umure 40 taun ).
  9. Rasto : ( Aki-aki mambu lemah umure 79 taun,ndueni rami memelas ,nggal dina dinise pindah –pindah ,kadang dines nang pasar,kadang dines nang ndalan – ndalan ( wong njaluk-njaluk ).
  10. Jetun : ( Rentenir tengik ,umure 37 taun ,sipate sombong, njelehi, dandane menor).Perawakane rada lemu .
  11. Kusni : ( Centenge Jetun umure pada karo Jetun , sipate tengil, kaya awake sing gering,paesane menor ,lambene kaya lambene bayi ).
  12. Tuku 1 : ( wong tuku ,crewet,ibu-ibu)
  13. Tuku 2 : ( wong tuku , sopan ).

Adegan 1:

Lokasine : Nang umahe Sunah ( umah gribik lumayan apik ).Nang emper umah , kamar Wasto.Waktune : Esuk-esuk sekirtar jam pitu,anget-angete srengee .

1.Sunah : Wasto…..wasto……wasto …..( ngundang alon-alon sue-sue banter suarane,karo lagi
napeni beras nang emper umah ).
EHhh,,,,bocah ka yah wis awan ora tanggi-tangi,,,nglambruk nang kasur bae,
Tangi,,cepetan….. kari ora tangi tak guyur keh ….ora ngerti nggoleti pegawean ,koen wis
kalpak owh,,,wis metu jembute,,,,ora isin,,,,
2. Wasto : Apa sih ma…..ora ngerti ana wong lagi ngeliyep,,,,lagi bengi during turu ma,,,kas
nonton dangdutan nang Rt loro.Kiye matane esih pengin ngliyep….
3. Sunah : EHHh…..ehhhh….bocah….wis gede laka nalare ,,,,ora isin karo tanggane luntang lantung
,ngganggur trus ,,,tanggi…tanggi ,,,,,tak guyur banyukeh kari ora tanggi,,,,,( njukut banyu
sa ember mlebu kamare Wasto trus si Wasto diguyur ).
4. Wasto :( tanggi sing amben ,,,kaget..mencolot ).Duh,,,kenang apa sih ma,,,,,,
5.Sunah : Koen tirigan yah karo wong tua,sepisan pindo diomongi ora ngerongokna ,adus mana
luruh kerjaan , macul ke,,,,apa apa ,,,enyong sumbeg werun raine koen,,,
6.Wasto : Macul…macul,,,,,kayong due sawah bae macul,,,,,ora due sawah ka macul,,,,
7.Sunah : wis mana luruh gawean, aja kaya bapane koen kae ,jere pan merantau nang
Kalimantan sampe saiki laka kabare mbuh nang ndi, esih urip mbuh mati,,, kerja sing
kenteng ben olih duit sing akeh,,,
8. Wasto : Duit,,,Duit,,,,Duite Mardiyah…
ya,,,,ya,,,,pan adus ndisit ma,,,,,,( metu sing kamar pan adus)..

Adegan 2 :

Lokasi :Nang arep umahe Sunah ngalnjutna napeni beras, ( Tariyah marek nang umahe Sunah )

9.Sunah : (lagi napeni beras ,si Tariyah ngampiri )
10. Tariayah : Yu,,,,yu…Sunah ana apa si,,,,,esuk esuk wis ribut ….
11. Sunah : Dudu urusane rika yu,,,,,pa karepe enyong yah,,,pan ribut,,,,pan gelut yan pan belih
,,,won gang umahe nyong dewek ka,,,,rika ta gari meneng ,,,,,ora sah melu-melu,,,,
12. Tariyah : Dih,,,,wong kah yah,,,ditakono bener-bener malah ngromed,,,,dasar.Mulane due anak
kue dituturi sing bener,,,, kari anake nyongta wis tak pites,,,,
13.Sunah : Wis…wis….manakeh,,, ngurusi urusane dewek,,,,aja kaderan sugih rika pengen ngerti
urusane wong liya,,,,enyong ya paham yu,,,,sampeyan men eke,,,pan pamer gelang owh
ya,,,,,wis mana,,,,,enyong ora gimir,,,,
14.Tariyah :eh,,,, yah….ya wis,,,,,,toli sap sing peduli,,,,suka ngurusi urusane dewek,,,,,
15. Sunah : Ya wis mana owh,,,,
( Tariayah lunga sing empere Sunah ,Sunah Mlebu nang umahe .Teka Si Wasto Metu
sing Umah pan lunga luruh gawean )
16. Wasto : Ma,,,,enyong pan luruh gawean,,,,njaluk duite owh ma nggo sangu,,,,
17. Sunah : duit…duit,,,,,duite Mardiyah,,,,

Adegan 3 :

Lokasi : Pangkalan Becak .Waktune : awan jam 11 an

( Lagi pada nyante nang becak , lagi pada kanda masalah Si Tariyah , karo ngiras –irus masalah utang nang Si Jetun sing sabaen dina terus manjat bunganne ).

18. Sugeng : Eb,,,,,eb,,,,,,nt ana udud blih eb,,,,nyong njaluk mbarah,,,,
19. Sueb : Udud ,,,,, udud nt ngerti dewek owh ya,,,,awik esuk during olih penumpan,,,,, lagi
melarat jon ,,,
20. Sugeng : Ya si ……awit mau sepi,,,,,terus Yu jetun ngejar ngejar terus ,,,,utange aku nang yu jetun
akeh eb,,,,,wis kuwe bojone nyong njaluk ditokokna kutang len,,,,jere kutange wis pada
kendor kabeh,,,njaluk tuku sing anyar,,,,,
21.Sueb : he,,,,,luruhnya pastik kresek be,,,,,ja atik kutang,,,,,
22.Sugeng : Raimu….emange gandul apa atike kresek,,,,,
23.Sueb : he,,,,,( gembuyu,,,,,,)
24Sugeng : Eb…..eb…..kae ana Yu Jetun pan mene,,,,,( nuding nang arah Yu Jetun )..
Mbokan takon enyong,,,,ngko nt ngomong kari aku lagi lungga ya,,,,soale Yu Jetun pasti
pan nagih utang ….tulung ya eb,,,,,
25 Sueb : Ya,,,,,,beres-beres….nt merad oh….umpetan nang kana…..
( Sugeng umpetan nang mburine witwitan ,trus Yu jetun ngampiri nang Sueb )
26. Jetun : Eb,,,,nt weruh si Sugeng ora,,,,,,
27. Sueb : dih,,,,ora weruh yu,,,,awit mau ora weruh..,miki nang kene tapimiki merad mbuh pan
ning ndi enyong ora weruh,,,,,emang pan apa si yu Jetun ?
28. Jetun : Si Sugeng utang nang aku wis 6 wulan durung nyaur-nyaur,,,,cicilane ya mandeg,,,,,
29. Sueb : Owh,,,,,mbokan ana apa,,,,,,emang utange sugeng pira si yu,,,,
30. Jetun : utange sugeng 200 ewu ,tapi bungane sa wulane 100 ewu dadi totale 800 ewu….
31. Sueb : Dih,,,dih,,,,,daning akeh temen yu bungane,,,,,
32. Jetun : ya,,iya,,,owh,,,,emange ,,,,bank apa,,,,kari pengin laka bungane ya,,,,nyilih nang
Mardiyah ,,,wis lah enyong pan lunga disit mbokan nt ketemu Sugeng domongna kapan
pan nyaur utange,,,
33.Sueb : Ya…wis yui Jetun,ngko tak omongna si Sugeng,,,,
34. Jetun : Ya wis enyong pan muter disit pan nagih,,,,,
( Yu Jetun lunga,,,,si Sugeng marek nang sueb )
35. Sugeng : Eb,,,,pibe Yu Jetun ngomong apa miki ?
36. Sueb : Lah kue jon,,,nt gon nyaur utange,jere total kabehane 800 ewu.
37.Sugeng : Nyong nyesel eb,,nyilih duit ngan yu Jetun ,nyilihe ta sapira ora tapi bungane kue
seabreg-abreg ,wis kebutuhane regane pada mundak maning,nyong bingung eb.
38. Sueb : Emange nt lagi kae nyilih duit nang yu jetun kanggo apa sih,,?
39. Sugeng : Ya biasa ,nggo daftar ulang sekolahe anake enyong eb,waktu kue enyong ora due duit
,bojone enyong simpenane wis digadekna.Ya enyong terpaksa utang nang Yu Jetun
,Meski nyong ngerti si Jetun kue rentenir,ya panpiben maning .
40.Sueb : Yah sih,pan piben maning .Mbesuk maning mbokan perlu duit aja nyilih nang kunyuk Jetun geng,
41. Sugeng : Ya eb,,oh iya omong –omong enyong pan nyilih duit nang nt ana ora ?
42. Sueb : Duit sing ndi !!! ….nyong lagi laka duit…duite Mardiyah.
43.Sugeng : Raimu..Mardiyah digawa-gawa,tapi iya ding jerene ta Mardiyah kue wonge sugih
memen eb,,pokoke mbang kana-kanane sugih .Tapi ya kue wonge kaya apa enyong ora
paham.
44. Sueb : He,,,,(nyengir jaran ),kari enyong ketemu ta,pan nyillih duit nang Mardiyah geng,
,( guyonan karo sugeng & sugeng karo Sueb lunga luruh penumpang)
45. Sugeng : Eb,dari pada dewek nang kene njogrog kaya ketek ditulup mending muter yuh luruh
penumpang.
46. Sueb : yah,,eb ,nt ngalor ya,,enyong ngidul ( merad luruh penumpang ).

Adegan 4 :

Lokasine nang sawah . Waktune awan-awan

( Ana Si Warjo lagi macul karo mbabadi suket nang sawahe wong liya terus ketemu karo Darmad sing lagi angon wedus )

47. Darmad : ( Ngampiri Warjo sing lagi macul nang sawah )
Jo,,,,jo,,,nt kayong kenteng nemen sih,,,
48. Warjo : Oh,,nt mad,iya keh mad lagi kejar setoran .
49. Darmad : Kari bengi macul bojone,kari awan majul sawah,,,hebat yah,,,( nyengir jaran ).
50. Warjo : He,,,,( Nyengir jaran ).
51. Darmad : Ngasrap sawahe sapa nt jo?
52.Warjo : Kiye nggarap sawahe kaji Dikin ,ya lumayan kena nggo tuku uyah.Dari pada ngangur ya
belih,,,,
53. Darmad : Ya berarti anggur merah oh jo…!!
54.Warjo : Apa kuwe?
55. Darmad : Bapane nganggur mamane marah… ( pada gembuyu,,,,kaya jaran ).
56. Warjo : Edan ah nt ,saiki wis ana kemajuan ,saiki dadi juragan wedus.
57.Darmad : Juragan sing ndi ?
58. Warjo : :Lah kuwe sih,,,weduse pirang –pirang ,lemu-lemu maning.
59.Darmad : Kiye ta weduse tanggane enyong jo ,nitip nang enyong ,ya biasa maro ,dari pada
nggangur.
60. Warjo : Saiki ta kudu pinter-pinter awake dewek,apa-apa larang ,kebutuhan ya pada larang.
61. Darmad : Muga – muga ta ketemu karo Mardiyah
62. Warjo : Terus kari ketemu Mardiyah nt pan apa mad?
63. Darmad : Ya,,,pan njaluk duit oh nyuk…
64. Warjo : Duite Mardiyah,,,mbuh kayong apa nyongta wonge,wis mati mbuh esih urip.
65. Darmad : Mardiyah,,,,Mardiyah….

Adegan 5 :

Lokasine nang umahe Sunah

( Jetun teka ngampiri maring umahe Sunah karo centenge )
66. Jetun : Nah,,,nah,,,,Sunah.
67. Sunah : Ana apa Yu Jetun,,???
68. Jetun : Kiye setor mbarah,,,utange nt kapan pan dilunasi? Wis rong minggu durung setor.
69. Sunah : Drung ana duit Yu,,ngko wulan ngarep ya!!!
70. Jetun : Wulan ngarep…!!!,kiye wis sue enyong pan nggo muter maning,akeh wong sing pan
utang nang enyong.
71. Sunah : Lagi laka duit sih piben uy!!!
72. Jetun : Lah ora kerja,pan olih duit sing endi..sing Mardiyah,,,!!!!
73. Sunah : Ya rika ta enak,teka kur nagih – nagih tok.Nt duite omber sih yu,,,!!Olih sing endi sih yu
duite,,? Sing Mardiyah yah!!.
74. Jetun : Mardiyah,,Mardiyah,,waduke,,,kapan pan setor?
75. Sunah : Tanggal 8 ya yu,,,!!!tapi wulan ngarep.Soale anak lanange enyong ya ora kerja-
kerja,lagi luruh gawean miki yu,,
76. Jetun : Ya kuwe janji ,tanggal 8 ya,,,catet…( ngomong madep nang scentenge si Kusni ).Trus
kiye pan nyilih ora mumpung ana duit?
77. Sunah : Ora lah yu ,mandeg ndisit.Utang terus nyaure angel!
78.Jetun : Ya ding sing utang 100 ewu be sue,apamaning pan ditambah,,yawis lah enyong pan
muter disit ,pan nagih.( Jetun merad karo centenge).
79. Sunah : Duh Gusti-Gusti,Urip kayong angel temen ,utang tok isine.Kapan yah enyong bisa sugih
kaya Mardiyah.( Nglamun trus mlebu nang umah).

Adegan 6 :

Lokasine nang Pasar nang lapake Yu Suni.( dagangane sembako tapi ora patia gede lapake).

80.Suni : Yu,,,yu,,,,,berase yu,,,,menelen mampir,,,sembakone,,,,,( nawar-nawatna nang uwong-
uwong).Duh dagangane sepi awit mau,pan sugih pibe yah,,,,anake pengin mbojo
maning,duite kudu kaeh ya.(Teka wong pan tuku beras ).
81. Tuku 1 : Berase yu,,,sakilo pira ?Singa apik owh,,,
82. Suni : Ya mene yuh,,,kite dileng berase gede-gede,ora apek maning .Sakilone 3 ewu yu…
( Teka wong pan tuku lenga klentik ).
83. Tuku 2 : Yu lenga klentik ana?
84. Suni : Ana,pan tuku pirang kilo?
85. tuku 1 : Kiye enyong berase 3 kilobae yu…
86. Tuku 2 : Enyong lengane sakilo bae,pira?
87. Suni : Berase 9 ewu,,,kue lengane sakilo 45.
( Karo natanini,karo nglayani , teka wong njaluk )
88. Rasto : Yu,,,mbarah,,,njaluk….nyuwun,,,sedekahe,,,,( njaluk nang suni kro wong sing Tuku )
89. Suni : kiye ki,,,,,( nein duit ).
90. Tuku I & 2 : Kiye ki,,,,( nein duit ).
91. Rasto : Trimakasih,,,semoga dinein berkah ya nokkk…
92. Suni : Dongakna enyong ya,ben sugih ya ki kaya Mardiyah,,,
93. Rasto : Duniane Mardiyah…..( lunga ).

Adegan 7:

Lokasine :umahe sunah

94. Sunah : Enyong mlarat trus yah,pengin sugih kaya Mardiyah.
Mardiyah njaluk duite,,,,,,,( germboran ).
Lokasine : Nang Dalan
95. Wasto : Kapn olih gawean….!!! Kari ana mardiyah ta tak bojo,,,,
Mardiyah nang endi,,,,,njaluk duite…..( gemboran ).
Lokasine : Nang Dalan
96. Sugeng : ( Lagi ngenjot becak )…Pengin Due umah sing gede,,sawahe amba,,,,
Mardiyah,,,,,,njaluk duite,,,( gemboran).
Lokasine : Nang pangkalan lagi ngetem
97.Sueb : ( lagi turu nang becak ).Mardiyah,,,,Njaluk duite,,,,,Mardiyah Njaluk duite….
Lokasine: Nang sawah
98. Warjo : ( lagi macul )Mardiyah,,,Mardiyah,,,,mbokan nemu harta karune Mardiyah,,,,,
Lokasi : Nang dalan pinggir sawah
99. Sueb : ( ngiring wedus )…Mardiyah,,,,nt weruh mardiyah …..Mardiyah…..( Nromong karo
wedus).
Lokasine : Nang pasar
100. Suni : (ngepret-ngepretna duit nang dagangan )Muga sugih kay Mardiyah,,,,Mardiyah…
101. Jetun : ( lagi nyante nang umah lagi paesan).Nyong kudu luwih sugih,,,,kaya
mardiyah,,,,Mardiyah….
102. Rasto : Duniane Mardiyah.

(kabeh wong nyebut namane Mardiyah,kedanan Mardiyah ).

Rampung.
Tegal , 01 Juli 2010








PERSETUBUHAN BUDAYA

Persetubuhan Budaya “
oleh :Seful Mu'min
Rangkuman :
Budaya merupakan keagungan serta keunikan yang dimilki setiap bangsa.Dan karakteristik budaya masyarakat mampu menghasilkan persetubuhan keragaman segingga menjadi sebuah embrio yang kelak tumbuh dan bangga atas budaya sendiri dalam cakupan Kebudayaan Nasional.
Keunikan bangsa Indonesia selain Negara Maritim adalah keunikan Kebudayaannya. Sangat beragam dan berkesan bila mampu menyelami kebudayaan yang beragam tersebut. Semua adalah bentuk paling indah yang diberikan Tuhan kepada bangsa Indonesia. Budaya merupakan keagungan dan keunikan yang dimiliki setiap bangsa,serta memiliki keanekaragaman budaya,mengingat kebudayaan Indonesia terbagi dari berbagai macam kebudayaan. Yang terdiri atas bermacam suku dan latar belakang kebudayaan daerah. Ini adalah suatu keunikan bagi Indonesia,perbedaan tersebut bila di padukan maka akan menjadi suatu keindahan budaya yang agung. Kebudayaan daerah ini bahkan bisa disebut sebagai Kebudayaan Nasional.
Kebudayaan Nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa,serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa. Dengan demikian Pembangunan Nasional merupakan pembangunan yang berbudaya, namun lebih banyak digambarkan sebagai suatu yang diperoleh manusia melalui proses belajar,tapi bukan sebagai sesuatu yang dikonstruksi. Karenanya sosok kebudayaan yang lebih dinamis sebagai konstruksi sosial masih kurang ditonjolkan, padahal konsep kebudayaan demikian sangat diperlukan untuk mengurangi model berfikir yang dipolakan. Hal ini merupakan tahapan dasar dalam pemahaman budaya mengingat begitu pentingnya budaya bagi suatu bangsa. Sejak dulu budaya sudah dimiliki oleh masyarakat yang mengikat dan mengangkat sosial didalamnya. Berfikir secara terbuka untuk menemukan keunikan budaya hingga mampu mengkombinasikan keunikan yang satu dengan keunikan lain. Terjadinya kesinerjian budaya dalam masyarakat, sehingga mampu digunakan manusia untuk menafsirkan pengalaman dan mengarahkan tindakan serta sikap terhadapnya. Budaya dan manusia merupakan keutuhan yang sempurna,keduanya tidak dapat dipisahkan. Dimana simbol-simbol budaya dan kehidupan sosial sebagai suatu hubungan satu arah. Tujuan kedunya memperoleh suatu karya cipta yang maksimal,titik pola serta hasil akhir pencapaianya sama. Budaya menginformasikan,mempengaruhi dan membentuk kehidupan sosial masyarakat. Namun dalam perjalanannya keagungan kebudayaan yang ada telah terkikis oleh perkemnangana zaman. Seakan-akan dininabobokan pada tingkat kerumitan serta kepentingan diri,kelompok,bahkan kepentingan yang belum tentu penting namun dianggap penting oleh orang-orang penting. Timbullah rasa tidak percaya diri tentang kebudayaan,rasa kebanggaan terhadap budaya bangsa seakan sirna. Entah fenomena apa yang mampu membentuknya. Tanpa disadari bahwa kita bagian dari bentuk budaya yang agung itu sendiri. Hasrat untuk melihat bangsa Indonesia yang bangga akan kebudayaan menjadi mimpi disiang bolong. Tatkala kita masih memiliki rasa tidak percayaan diri, belum bangga akan kebudayaan bangsa. Bangsa Indonesia terus saja bergulat dengan aneka persoalan yang makin kompleks dan krusial serta terjebak dalam labirin mematikan. Keadilan terasa semakin jauh. Keteguhan terhadap kebudayaan terabaikan oleh kebudayaan lain. Kehawatiran iniah yang menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa dengan lebih memperhatikan kebudayaan bangsa. Bila manusia khawatir akan sesuatu maka ia akan berusaha untuk menghilangkan rasa khawatir tersebut. Inilah bentuk partisipasi penerus bangsa dalam perhatiannya tentang kebudayaan. Yang dimulai dari diri,lingkungan keluarga,masyarakat serta bangsa adalah sebuah usaha dalam mengenali kebudayaan Indonesia. Tidak dipungkiri zaman sekarang ini lebih sulit untuk mengenali budaya sendiri dari pada budaya lain,yang dikarenakan perkembangan teknologi yang kita tidak dapat menepisnya. Sebagai generasi yang berbudaya tentu melihat hal demikian dapat dijadikan sebuah tantangan dalam mengenal lebih jauh kebudayaan kita,bukan dijadikan sebuah penghambat bagi sebuah proses kebudayaan. Bangsa yang maju adalah bangsa yang masyarakatnya cinta terhadap kebudayaan bangsa,termasuk generasi muda.
Wujud dari kebudayaan Indonesia adalah keberagaman sistem sosial dalam masyarakat. Begitu banyak keragaman budaya yang dimiliki Indonesia. Mulai dari suku, kepercayaan yang dianut,bahkan pola fikir terhadap suatu pemahamanpun berbeda. Ini adalah keunikan tersendiri dan bila keunikan tersebut mampu dipahami serta menghadirkan perbedaan untuk dijadikan sebuah pemahaman baru maka kebudayaan tersebut menjadi pemersatu diantara perbedaan kebudayaan Indonesia yang ada. Diantara karut marut permasalahan yang tak pernah bisa teratasi dengan baik adalah penuntasan korupsi. Korupsi sudah ada sejak dahulu, baik korupsi waktu, korupsi kepercayaan seta bentuk korupsi lainnya. Korupsi dan budaya seakan berselisih makna. Dimana korupsi ini terus ada dan mampu memunculkan generasi-generasi korup tanpa adanya rekrutmen ataupun pelatihan korupsi secara khusus. Ini adalah bentuk krisis moral bangsa,sanat disesali bila mana korupsi akan terus menjamur dikalangan generasi bangsa. Terjadinya seperti air mengalir dan mampu masuk didalam sela-sela terkecil. Disetiap lini dapat menjumpai korupsi. Hanya kekebalan iman sajalah yang mampu mengkal penyakit korupsi ini,yang sejak dini lebih dibentuk dengan iman yang kuat maka pengaruh-penagruh korupsi dapat dicegah lebih dini. Apakah korupsi termasuk budaya?. Coba kita kaji lebih dalam mengenai keduanya. Namun itu yang sedang terjadi diabad modern ini. Budaya adalah keagungan dan keunikan suatu bangsa. Jika korupsi termasuk budaya berarti korupsi adalah keagungan dan keunikan.Hanya manusia bodoh yang mengagungkan korupsi itu sendiri,mungkin benar juga para koruptor akan menjadi unik bila melakukan korupsi. Sudah tentu tidak mudah membangun karakter yang bangga,teguh,tidak minder dan malu korupsi Pencapaiannya dalam segi kebudayaan harus sesuai dengan nilai sosial dimasyarakat. Perlu adanya pembentukan karakter masyarakat,dengan komunikasi yang efektif. Adanya umpan balik dari masyarakat adalah tujuan utama proses komunikasi efektif,agar pencapaian karakter kebudayaan Indonesia dapat disampikan,sehingga mampu menyimbangakan dengan tindakan masyarakat bahwa kebudayaan adalah jatidiri bangsa dan masyarakat termasuk didalamnya sehingga rasa emosional muncul dalam diri. Tidaklah berlebihan bila ada suatu pencapaian yang maksimal dengan adanya evaluasi dalam masyarakat tentang kebudayaan bangsa,dimana semua memiliki peran aktif dinamis dalam sistem sosial masyarakat . Budaya suatu bangsa adalah budaya itu sendiri.
Kita harus mampu menafsirkan kebudayaan bangsa dalam sosial masyarakat berupa nilai-nilai budaya, karena budaya itu sendiri adalah milik pribadi seseorang. Sudah ada sejak lahir tanpa disadari melekat dalam pribadi, yang secara alami ada persetubuhan budaya,sehingga bagaimana kita mampu menafsirkan serta mengendalikannya. Persetubuhan budaya dari berbagai budaya daerah adalah bukti untuk pencapaian budaya yang utuh adalah menghargai budaya lain. Percaya dalam diri bahwa kita mampu mengangkat budaya daerah secara khususu dan secara umum budaya nasional dikancah kebudayaan asing adalah pencapaian dan cita yang luhur dari bangsa. Oleh karena itu, butuh kerjasama dari semua elemen masyarakat serta pemerintah supaya tecapai secara maksimal. Bila semua berkesinambungan dengan baik, akan muncullah kepedulian dalam diri mengenai budaya bangsa.
Kita adalah bagian dari kebudayaan, ini merupakan suatu ikatan emosional yang mampu merubah serta mengembalikan fungsi kebudayaan sesungguhnya, dimana Pancasila adalah dasar pemahaman kebudayaan nasional. Dan kebudayaan nasional terbentuk dari persetubuhan berbagai ragam kebudayaan daerah.